Markdown membantu menyusun artikel dengan format yang konsisten tanpa perlu menulis HTML. Di editor CMS Duniai, Anda bisa memakai Markdown dasar dan beberapa elemen khusus seperti tombol, tabel, checklist, serta kotak informasi. Artikel ini menunjukkan sintaks yang bisa langsung dicoba di editor. Hasil impor berstatus draf agar Anda dapat memeriksa tampilan dan tautan sebelum menerbitkannya.
1. Susun artikel dengan heading
Gunakan heading untuk membagi artikel menjadi bagian yang mudah dipindai. Judul artikel utama sudah menjadi H1, jadi bagian isi sebaiknya dimulai dari H2 (##), lalu gunakan H3 (###) atau H4 (####) untuk subbagian.
Contoh:
```text
## Persiapan
Periksa kebutuhan
#### Catatan tambahan
```
Hindari memilih heading hanya karena ukurannya terlihat cocok. Heading menunjukkan hierarki topik, sedangkan tebal dan miring digunakan untuk penekanan di dalam paragraf.
2. Format teks dan sisipkan kode
Format yang sering dipakai:
teks tebalmenjadi teks tebal.teks miringmenjadi teks miring.menjaditeks dicoretteks dicoret.- `
nama-file.zip` menandai kode atau nama berkas di dalam kalimat. Ctrl+Smenampilkan tombol keyboard seperti Ctrl+S.Panduanmenampilkan label kecil seperti Panduan.
Untuk kode beberapa baris, gunakan tiga backtick dan tulis bahasa kode bila diketahui:
```js
const status = 'siap';
console.log(status);
```
Blok kode ditampilkan sebagai teks dan tidak dijalankan di halaman. Gunakan elemen ini untuk contoh konfigurasi atau potongan kode yang perlu disalin.
3. Tambahkan tautan dan gambar
Tautan Markdown ditulis dengan format [teks yang menjelaskan tujuan](URL). Contohnya, halaman Tentang membuat tautan internal ke halaman Tentang. Untuk situs lain, gunakan alamat HTTPS dan pilih teks tautan yang memberi gambaran jelas kepada pembaca.
Tautan unduhan boleh ditulis sebagai tautan biasa. Jika ingin tombol unduhan, gunakan alamat berkas yang benar dan jangan mengubah URL-nya:
```text
[button text="Unduh panduan" url="https://alamat-asli-berkas.example/panduan.zip" style="primary"]
```
Sintaks dalam blok kode di atas hanya contoh. Ganti alamat contoh dengan URL unduhan milik Anda sebelum membuat tombol aktif. Tombol menerima gaya primary, secondary, outline, atau danger.
Untuk gambar, unggah berkas melalui Media terlebih dahulu, lalu gunakan URL media CMS:
```text
```
Tulis alt yang ringkas dan sesuai gambar. Jangan memasukkan banyak kata kunci ke dalam deskripsi gambar.
4. Buat daftar langkah dan checklist
Daftar bernomor cocok untuk urutan tindakan:
- Buka artikel di editor.
- Tambahkan heading dan isi yang diperlukan.
- Pratinjau, lalu simpan sebagai draf.
Daftar biasa cocok untuk item yang tidak harus berurutan:
- Periksa judul dan ringkasan.
- Pastikan URL gambar dapat dibuka.
- Coba setiap tombol unduhan.
Checklist menggunakan tanda [ ] untuk tugas yang belum selesai dan [x] untuk tugas yang sudah selesai:
- Periksa tautan eksternal.
- Tinjau struktur heading.
Checklist hanya menunjukkan status kepada pembaca; mencentang item di editor visual tidak menjalankan tindakan otomatis.
5. Tambahkan note, tip, dan peringatan
Kotak informasi menggunakan format kutipan dengan penanda khusus. Tulis baris isi dengan awalan > :
Tersedia juga penanda lama [!INFO], [!SUCCESS], dan [!DANGER]. Pilih jenis kotak sesuai makna; jangan menjadikan setiap paragraf sebagai peringatan.
6. Sajikan perbandingan dengan tabel
Gunakan tabel ketika pembaca perlu membandingkan beberapa atribut. Baris kedua berisi tanda hubung. Titik dua mengatur perataan kolom: :--- rata kiri, :---: rata tengah, dan ---: rata kanan.
| Elemen | Sintaks | Kegunaan |
|---|---|---|
| Note | > [!NOTE] | Menyampaikan catatan tambahan |
| Tombol | [button text="…" url="…"] | Mengarahkan pembaca ke tindakan atau berkas |
| Checklist | - [ ] Tugas | Menampilkan daftar pemeriksaan |
Pastikan header kolom jelas dan isi sel singkat. Di layar kecil, tabel dapat digulir mendatar. Jika tabel hanya mengulang paragraf, gunakan daftar agar lebih mudah dibaca.
7. Gunakan kutipan dan garis pemisah
Kutipan biasa diawali tanda >:
Tulis kutipan yang relevan, beri konteks, dan cantumkan sumber jika mengambil perkataan orang lain.
Garis pemisah memakai tiga tanda hubung. Gunakan seperlunya untuk memisahkan bagian yang memang berbeda:
8. Periksa hasil sebelum menerbitkan
Gunakan pratinjau untuk memeriksa heading, daftar, tabel, catatan, gambar, dan tombol. Klik tautan eksternal serta tombol unduhan untuk memastikan alamatnya benar. Buka tampilan mobile untuk melihat apakah tabel masih mudah digunakan dan paragraf tidak terlalu panjang.
Untuk menjaga kualitas SEO, jawab pertanyaan pembaca sejak awal, gunakan heading yang deskriptif, dan tulis ringkasan yang sesuai dengan isi. Tambahkan pengalaman atau sumber hanya jika benar-benar tersedia; jangan membuat klaim pengujian atau kutipan yang tidak dilakukan. Elemen Markdown membantu penyajian, tetapi ketepatan informasi tetap menentukan kualitas artikel.
9. Pertanyaan umum tentang Markdown Duniai
Apakah semua HTML boleh ditempel ke editor?
Tidak. CMS mengamankan konten dengan cara menampilkan HTML mentah sebagai teks, bukan menjalankannya. Gunakan Markdown dan markup khusus yang tersedia, misalnya [button ...], [!NOTE], atau blok kode. Cara ini membuat format lebih konsisten dan mengurangi risiko skrip aktif di artikel.
Mengapa tombol atau tabel terlihat seperti kode?
Pastikan sintaks ditulis di luar blok kode. Jika seluruh shortcode dibungkus tiga backtick, CMS memang akan menampilkannya sebagai contoh teks. Untuk tabel, pastikan baris pemisah memiliki jumlah kolom yang sama dengan header. Setelah itu buka pratinjau untuk memeriksa hasilnya.
Bagaimana menjaga tautan unduhan tetap berfungsi?
Gunakan URL lengkap dari penyimpanan berkas yang benar, lalu uji tautan di pratinjau. Teks tombol sebaiknya menyebut tindakan dan isi berkas, seperti “Unduh panduan PDF”. Hindari menyalin URL placeholder dari contoh ini. Jika alamat unduhan berubah, perbarui tombol di editor dan coba lagi sebelum menerbitkan.
Kapan sebaiknya memakai tabel?
Pakai tabel untuk membandingkan beberapa pilihan dengan atribut yang sama, seperti nama, format, atau kebutuhan sistem. Jika setiap item perlu uraian panjang, daftar dengan subheading biasanya lebih mudah dibaca di ponsel dan lebih jelas bagi pembaca maupun mesin pencari.
Sebelum publikasi, baca artikel dari awal sampai akhir. Pastikan tiap heading menjelaskan bagian berikutnya, setiap catatan memiliki tujuan, dan tabel tidak menyembunyikan informasi penting di layar kecil. Lengkapi teks alternatif gambar, periksa tautan, lalu pastikan deskripsi SEO menggambarkan isi yang benar-benar tersedia.
Jika ingin mencoba tombol aktif tanpa meninggalkan situs, gunakan contoh berikut:
Kembali ke berandaSimpan artikel sebagai draf, lihat pratinjaunya, lalu terbitkan setelah seluruh elemen dan tautan sudah diperiksa.

Belum ada komentar yang disetujui.